Minggu, 03 Juni 2012

Masalah Kejiwaan Manusia

Heri Noviyanto
1A 111223
Tugas IBD




Manusia merupakan makhluk yang holistik. Dalam diri manusia bukan hanya ada dimensi fisik , tapi juga ada bagian jiwa. Semua bagian itu saling berkaitan dan saling mempengaruhi satu sama lain. Terkadang masalah fisik menjadi penyebab munculnya masalah kejiwaan. Begitupun sebaliknya masalah kejiwaan sering menyebabkan munculnya masalah fisik.
Manusia yang sedang menderita masalah kejiwaan (psychose) biasanya mengalami gangguan kepribadian. Kemudian ia menjadi orang yang kurang menyesuaikan diri dengan wajar dan tidak sanggup lagi memahami masalahnya.
Terkadang orang yang mengalami masalah kejiwaan tidak menyadari kalau jiwanya sedang sakit. Ia menganggap kalau dirinya normal saja, bahkan lebih baik, lebih unggul, dan lebih penting dari orang lain.
Sikap paling tepat yang harus dimiliki ketika berhadapan dengan orang yang bermasalah dengan kejiwaannya adalah "memeluknya". Perlakukan ia dengan baik dan semestinya. Penyembuhan dengan cara personal seperti itu akan lebih mudah menyembuhkan masalah kejiwaan yang diderita oleh orang tersebut.
Kecenderungan untuk menjauhi orang dengan masalah kejiwaan memang cukup besar. Berbagai perasaan ngeri dan khawatir jika orang tersebut tiba-tiba melakukan perbuatan yang aneh rasanya wajar. Karena, orang dengan masalah kejiwaan memang cenderung melakukan sesuatu tanpa sadar.
Secara umum, penyebab masalah kejiwaan yang diderita oleh seseorang dibedakan menjadi dua. Pertama, disebabkan oleh rusaknya anggota tubuh. Misalnya; rusaknya otak yang disebabkan oleh kecelakaan, narkotik, alkohol, atau karena penyakit lainnya. Kedua, masalah kejiwaan bisa juga disebabkan oleh gangguan-gangguan jiwa yang terus berlarut-larut. Misalnya, masalah yang tidak pernah diselesaikan atau hilangnya keseimbangan mental akibat berbagai tekanan dan ketegangan batin.
Kedua penyebab timbulnya masalah kesehatan pada manusia itu memiliki cara pengobatan atau terapi penyembuhan yang berbeda. Untuk masalah kejiwaan yang disebabkan oleh penyebab yang pertama upaya medis yang dilakukan oleh dokter menjadi salah satu upaya yang dapat ditempuh. Berbeda dengan masalah kejiwaan yang disebabkan oleh penyebab kedua, upaya yang dilakukan untuk masalah kejiwaan ini lebih besar “dilimpahkan” kepada psikolog atau psikiater.

Macam-macam Masalah Kejiwaan pada Manusia

Ada berbagai macam masalah kejiwaan yang sering dialami manusia. Berikut ini adalah beberapa masalah kejiwaan tersebut. Masalah kejiwaan yang cukup banyak dikeluhkan oleh mereka yang datang dari berbagai kalangan masyarakat.

1.    Masalah Kejiwaan - Schizophrenia

Masalah kejiwaan yang pertama adalah schizophrenia. Masalah kejiwaan yang satu ini sepertinya cukup familiar, namun sampai saat ini schizophrenia belum diketahui penyebabnya secara pasti. Ada yang berpendapat kalau penyakit jiwa ini berasal dari keturunan. Ada juga yang berpendapat kalau schizophrenia disebabkan karena rusaknya kalenjar-kalenjar tertentu.
Ketidakseimbangan dopamine (salah satu sel otak) juga disinyalir menjadi penyebab dari masalah kejiwaan ini. Namun bukti lain menyatakan bahwa penyakit ini disebabkan karena terjadinya perisitiwa yang menekan dan berbagai masalah yang tidak sanggup diatasi.
Masalah kejiwaan ini mengenal tahapan. Tahapan awal dan tahapan lanjut. Gejala-gejala yang timbul saat seseorang akan mengalami schiphrenia (pre-skizophrenia) antara lain ketidakmampuan untuk mengekpresikan emosi (wajah dingin, sulit senyum, cuek). Penderita juga biasanya sulit diajak komunikasi. Bicaranya ngawur dan tidak fokus. Ia juga berubah menjadi orang yang pemalu, tertutup, dan menarik diri dari pergaulan. Terkadang juga sering menantang tanpa alasan jelas, mengganggu, dan tidak disiplin.
Pada tahapan lanjutan atau tahap akut,  penderita schiprenia sering mengalami halusinasi (persepsi tanpa ada rangsangan panca indera) dan delusi (keyakinan yang salah). Ia mengalami gangguan pemikiran (kognitif). Saat itulah seseorang dicurigai telah mengalami masalah kejiwaan, schizophrenia.

2.    Masalah Kejiwaan - Paranoia

Masalah kejiwaan selanjutnya adalah paranoia. Orang yang menderita paranoia cenderung mengalami delusi (keyakinan yang salah). Keyakinan yang salah bisa ditujukan kepada dirinya dan bisa juga kepada orang lain. Orang sering menyebutnya dengan penyakit “gila kebesaran atau penghormatan atau penghargaan” atau “gila menuduh orang”.
Contoh dari seseorang yang mengalami masalah kejiwaan ini adalah, ketika seorang istri yang menyangka suaminya akan meracuni dirinya. Kemudian ia pun selalu curiga jika suaminya membawakan makanan atau minuman untuk dirinya. Ia juga tidak bisa tidur dengan tenang karena takut suaminya akan menyuntikan cairan mematikan ke dalam tubuhnya.
Penderita paranoia juga biasanya menganggap dirinya orang besar dan hebat. Ia meyakini dirinya seorang pemimpin besar bahkan menganggap dirinya sebagai nabi dan Tuhan. Dalam bahasa Yunani, masalah kejiwaan yang satu ini berarti diluar pikiran, para ‘diluar’ dan nous ‘pikiran’. Penderita masalah kejiwaan yang satu ini biasa disebut paranoid.
Orang yang menderita paranoia selalu terlihat mempunyai kecerdasan tinggi, ingatannya kuat, emosinya tampak berimbang dan cocok dengan pemikirannya. Awalnya orang menyangka bawa ia mempunyai pemikiran yang logis dan benar. Tapi pada hakikatnya ia mempunyai keyakinan yang salah dan perhatian serta perkataannya dikendalikan oleh keyakinan yang salah itu.

3.    Masalah Kejiwaan - Manic Depressive

Orang yang menderita masalah kejiwaan manic depressive sering mengalami rasa besar atau gembira namun kemudian perasaan itu berubah menjadi perasaan sedih atau tertekan. Masalah kejiwaan yang satu ini biasa juga disebut sebagai bipolar disorder.
Gangguan manic depressive merupakan diagnosis psikiatri yang menggambarkan gangguan mood yang abnormal. Gejala masalah kejiwaan ini umumnya terjadi pada usia remaja dan ketika manusia remaja menginjak dewasa awal. Manic depressive juga memungkinkan peningkatan risiko bunuh diri pada penderitanya.
Penyebab masalah kejiwaan yang satu ini secara umum dibedakan menjadi dua, yaitu faktor genetik dan faktor lingkungan. Namun, dari kedua faktor tersebut, faktor genetik disinyalir memiliki peran yang lebih besar sebagai penyebab masalah kesehatan ini. Penyembuhan masalah kejiwaan yang satu ini dengan mengonsultasikannya pada psikiater dan memberikannya obat secara teratur.
Ada dua gejala yang dialami oleh penderita masalah kejiwaan ini, yaitu;

a.    Masalah Kejiwaan Manic Depressive - Mania

Orang menyebutnya “gila kumat-kumatan”. Gejala yang pertama dari masalah kejiwaan ini  ditunjukkan dari reaksi. Penderita mania awalnya ia terlihat geram, marah, berteriak-teriak, mencaci-maki, kemudian secara tiba-tiba ia kembali tenang dan bekerja seperti biasa. Atau bisa juga sebaliknya, ia awalnya merasa gembira yang berlebihan lalu tiba-tiba menjadi muram dan tidak berdaya.
Orang yang mengalami mania ringan terlihat aktif, tidak kenal lelah, dan suka menguasai pembicaraan. Namun ia juga pantang untuk ditegur dan tidak mampu mendengar kecaman dari orang lain. Ia juga sangat suka mencampuri urusan orang lain.
Pada tahap mania yang lebih berat, orang ini sering mengalami delusi dan lamunan yang sangat dalam. Sering mengungkapkan kegembiraan secara berlebihan dan tidak bisa membedakan tempat, waktu, serta orang di sekelilingnya.

b.    Masalah Kejiwaan Manic Depressive - Melancholia

Gejala melancholia adalah di mana seseorang kehilangan harapan. Ia terlihat muram, sedih, dan putus asa. Penderita merasa kalau dirinya diserang berbagai macam penyakit yang tidak disembuhkan. Ia juga kadang merasa bersalah karena telah berbuat dosa yang tidak terampuni. Bahayanya, penderita masalah kejiwaan dari gejala manic depressive  ini sering sekali menyakiti dirinya sendiri.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar